Penabulu Carbon-Connect
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Archive for category: Berita Media

Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Tangguh Iklim

17 November 2025/in Berita Media /by Admin PCC
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut telah melaksanakan koordinasi dan survei lokasi penempatan bantuan Alat Pencacah Organik dari program RBP REDD+ GCF Output 2 di Kabupaten Garut.
.
Dua lokasi ProKlim Madya yang akan menerima bantuan tersebut adalah:
1️⃣ Desa Cipaganti, Kecamatan Cisurupan – alat akan ditempatkan di Bank Sampah dan dikelola oleh Kelompok KTH Pemuda Konservasi RISMET.
2️⃣ Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang – alat akan ditempatkan di area dekat koperasi dan dikelola oleh Kelompok ProKlim Balebat.
.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan sampah organik di tingkat desa, mendukung pengurangan timbulan sampah, serta mendorong praktik lingkungan yang lebih berkelanjutan.
.
Bersama masyarakat, kita wujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya.
#KLH #BPLH #BPDLH #GCFOutput2 #DLHGarut
sumber: https://www.instagram.com/reels/DRJFog6j2gF/
https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/581734111_1150671377281023_194218254688990486_n.jpg 1138 640 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-11-17 11:57:562026-09-13 12:02:52Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Tangguh Iklim

Pemprov PBD terapkan skema jual beli karbon optimalkan potensi hutan

27 Oktober 2025/in Berita Media /by Admin PCC

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (LHKP) Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu. ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu

Sorong (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menerapkan skema kredit dan jual beli karbon dengan mencari sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mengoptimalkan potensi hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (LHKP) Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu, di Sorong, Senin, mengatakan potensi hutan di wilayah itu sangat besar dengan tutupan mencapai 89 persen dan tingkat deforestasi yang rendah.

“Potensi ini menjadi modal utama untuk menarik pendanaan iklim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, skema kredit dan jual beli karbon menjadi langkah strategis untuk membuka peluang pendanaan di luar APBD. Tujuannya, agar program pelestarian hutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat.

“Kita tidak bisa berharap APBD karena nilainya kecil. Harus cari sumber lain untuk memanfaatkan potensi hutan,” katanya.

Menurut Julian, inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masyarakat asli Papua hidup di atas kekayaan alam yang melimpah, namun masih banyak yang hidup dalam kemiskinan.

Oleh karena itu, Pemprov PBD mendorong penerapan skema kredit karbon berbasis wilayah yurisdiksi dengan dukungan berbagai pihak, baik nasional maupun internasional.

Sebagai langkah awal, Dinas LHKP telah melaksanakan diskusi bersama mitra potensial untuk membuka peluang pendanaan iklim di wilayah itu.

Kegiatan itu berlangsung di Kabupaten Sorong pada 27 Oktober 2025, dengan fokus pada implementasi skema karbon daerah dan kesiapan teknis di tingkat provinsi.

Julian menyebut salah satu program yang sudah berjalan adalah REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) dengan dukungan dana sekitar Rp17 miliar yang dikelola lembaga Penabulu.

“Program ini berlangsung selama satu setengah tahun dan mencakup penyusunan petunjuk teknis serta tahapan implementasi lapangan,” katanya.

Selain REDD+, Dinas LHKP juga menyiapkan strategi menuju “FOLU Net Sink 2030”, yaitu komitmen untuk menurunkan emisi sektor kehutanan dan lahan melalui konservasi serta rehabilitasi hutan.

Menurut dia, upaya ini menjadi bagian dari peta jalan pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat.

“Kami tidak mau meninggalkan air mata, tetapi menjadikannya mata air lewat kebijakan sektor kehutanan dan lingkungan,” kata Julian.

Ia menambahkan, perubahan tidak bisa dicapai secara instan dan membutuhkan kerja keras lintas pihak.

“Kita harus bekerja perlahan tapi pasti. Targetnya, dalam 5-10 tahun ke depan masyarakat adat bisa benar-benar sejahtera karena hutan,” ujarnya.

Sumber: https://papuatengah.antaranews.com/berita/73997/pemprov-pbd-terapkan-skema-jual-beli-karbon-optimalkan-potensi-hutan

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/1000640624.jpg 800 1200 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-10-27 11:51:042026-09-13 11:54:50Pemprov PBD terapkan skema jual beli karbon optimalkan potensi hutan

Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD+ sebagai Skema Pendanaan Lingkungan

11 April 2025/in Berita Media /by Admin PCC
Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD sebagai Skema Pendanaan Lingkungan

Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD sebagai Skema Pendanaan Lingkungan

TOPSUMBAR – Gubernur Riau, Abdul Wahid, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, pada Rabu (10/4/2025), guna membahas peluang pendanaan lingkungan melalui mekanisme Result Based Payment (RBP) dan Result Based Contribution (RBC). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan agenda pembangunan rendah emisi di Provinsi Riau. Skema RBP REDD merupakan bentuk insentif berbasis hasil atas keberhasilan suatu daerah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama dari aktivitas deforestasi dan degradasi hutan. Dana tersebut dapat diperoleh melalui kerja sama bilateral, multilateral, atau perdagangan karbon di tingkat nasional dan internasional. Abdul Wahid menyatakan bahwa kerja sama pendanaan berbasis kinerja ini adalah peluang besar bagi Riau untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan tanpa terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Dengan keterbatasan fiskal yang kita hadapi, kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Sudah saatnya kita menjalin kemitraan dan memanfaatkan potensi pendanaan yang tersedia guna mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Abdul Wahid. Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menyiapkan sejumlah instrumen pendukung dalam arsitektur REDD , seperti Safeguard, Rencana Aksi Daerah (RAD), Forest Reference Emission Level (FREL), Measurement Reporting Verification (MRV), dan Benefit Sharing Mechanism (BSM). “Penyusunan Safeguard REDD Riau telah selesai dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Mitigasi Perubahan Iklim KLHK. Sedangkan Rencana Aksi Daerah REDD ditargetkan rampung tahun ini,” tambahnya. Dengan infrastruktur kebijakan yang memadai, Pemprov Riau berharap implementasi program mitigasi perubahan iklim bisa segera berjalan secara optimal dengan dukungan dana dari skema RBP dan RBC. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Riau Job Kurniawan, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau, serta Plt Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Riau, Purnama. (RK)

Sumber: https://www.topsumbar.co.id/berita/44318/temui-menteri-lhk-gubernur-riau-bahas-rpb-redd-sebagai-skema-pendanaan-lingkungan

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/Temui-Menteri-LHK-Gubernur-Riau-Bahas-RPB-REDD-sebagai-Skema-Pendanaan-Lingkungan.jpg 482 800 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-04-11 11:40:582026-09-13 11:41:26Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD+ sebagai Skema Pendanaan Lingkungan

TBBR Kalteng Beri Warning Pemerintah, Program RBP REDD+GCF Output 2 Dianggap Mengesampingkan Hak Masyarakat Adat

25 Januari 2025/in Berita Media /by Admin PCC

TBBR Kalteng Beri Warning Pemerintah, Program RBP REDD+GCF Output 2 Dianggap Mengesampingkan Hak Masyarakat Adat. (Dok. Ist.)

PALANGKA RAYA – Program Result-Based Payment Reducing Emissions from Deforestation and forest Degradation (REDD)+ Green Climate Fund (GCF) output 2 yang merupakan proyek untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, merehabilitasi hutan yang rusak, serta memberdayakan masyarakat guna mengurangi kemiskinan. Dan selain daripada itu proyek ini berfokus pada peningkatan tata kelola hutan untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan.

Program ini didanai oleh KLHK dan BPDLH melalui Proyek RBP REDD+ GCF Output 2, periode program 15 Oktober 2024 – 15 Oktober 2027 dengan total dukungan dana sebesar IDR 80.212.859.927,-.

Dengan adanya program tersebut salah satunya plang larangan dari program tersebut yang terpampang di beberapa titik seperti di wilayah kabupaten Kapuas bagian Tengah dan Pulang Pisau.

Akan tetapi program tersebut dianggap mengesampingkan hak masyarakat adat yang sedari nenek moyang secara turun-temurun melakukan kegiatan didalam hutan untuk keperluan dan kebutuhan sehari-hari.

Hal ini ditanggapi oleh Dewan Pengurus Wilayah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Kalimantan Tengah (DPW TBBR Kalteng), Agusta Rachman, S.T. dalam cuitan laman Facebook miliknya.

Dalam postingannya Agusta meminta agar program tersebut dikaji ulang supaya tidak merugikan pihak lain dalam hal ini masyarakat lokal atau masyarakat adat setempat.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat lokal atau masyarakat adat melakukan penebangan hutan ataupun melakukan kegiatan di dalam hutan seperti berladang dan lainnya dengan skala kecil agar tidak di framing sebagai bagian dari perusak hutan. Akan tetapi Ia merujuk pada kegiatan perkebunan atau pertambangan skala besar lah yang merupakan penyumbang terbesar pengrusakan ekosistem lingkungan serta pencemaran.

“Saya harap program ini dikaji ulang agar tidak merugikan penduduk lokal dan pribumi karena bukan masyarakat yang salah dalam merusak hutan tapi kebun dan tambang skala raksasa yang merusaknya akibat dari serakah dampak lingkungan sampai ekosistempun sudah rusak akibat pencemaran dan hutan gundul. Jadi jangan masyarakat yang dikorbankan hanya karena untuk kepentingan pemerintah dan negara karena kami yang lebih mengerti alam Kami” tegas Agusta.

Ia juga menegaskan bahwa hutan adalah supermarket bagi masyarakat adat lokal khususnya masyarakat adat Dayak.

“Karena hutan itu ayah bagi kami dan air itu ibu bagi kami, karena hutan adalah supermarket bagi kami” tegasnya dalam cuitan tersebut.

Agusta meminta agar program ini dapat disosialisasikan dan melibatkan masyarakat adat ataupun masyarakat lokal setempat serta menggandeng unsur-unsur pemangku adat setempat maupun ormas adat dalam mengawasi jalannya program tersebut.

Dalam cuitan kalimat terakhirnya, Agusta memberikan memperingatkan bahwa pihaknya memantau apa yang dilakukan maupun yang dikerjakan.

“Ingat Kami Melihat Yang Kalian Lakukan Jangan Sampai Kami Kembali Jadi Orang Hutan” kecamnya

Pihaknya menyampaikan bahwa sejauh ini dengan berdirinya plang larangan memasuki Kawasan Hutan tersebut menjadikan hak-hak masyarakat lokal ataupun masyarakat adat terkesampingkan, yang dimana sedari dulu secara turun-temurun melakukan kegiatan didalam hutan seperti meramu ataupun menjawet.

Sumber: https://kdk.news/tbbr-kalteng-beri-warning-pemerintah-program-rbp-reddgcf-output-2-dianggap-mengesampingkan-hak-masyarakat-adat/#google_vignette

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20250625-WA0020-edited.webp 441 662 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-01-25 11:45:062026-09-15 16:22:06TBBR Kalteng Beri Warning Pemerintah, Program RBP REDD+GCF Output 2 Dianggap Mengesampingkan Hak Masyarakat Adat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri “Kegiatan Monev Program RBP REDD+ GCF Output 2

15 Januari 2025/in Berita Media /by Admin PCC

Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri “Kegiatan Monev Program RBP REDD+ GCF Output 2Tabikpun …

Halo #Sobathijaulampung

Senin, 13 Januari 2025 bertempat di Kantor Dinas Kehutanan Prov.Lampung.  Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri “Kegiatan Monev Program RBP REDD+ GCF Output 2🌱. Kegiatan juga dihadiri Kadis Kehutanan Provinsi Lampung berserta pejabat eselon III (DLH & Dishut Prov Lampung) dan Tim @penabulu.id .

Monitoring Kuartal 4 Tahun 2024 sekaligus perencanaan pada kuartal 1 tahun 2025 untuk memastikan Kegiatan Result-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 Provinsi Lampung terus memberikan dampak positif! 💪

Adapun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung telah melaksanakan sejumlah kegiatan yang merupakan bagian dari Kegiatan RBP REDD+ GCF Output 2 pada kuartal 4 tahun 2024. Berikut adalah rincian kegiatan yang telah dilaksanakan:

  1. Peningkatan Kapasitas Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati)
  2. Inisiasi Program Kampung Iklim (Proklim)
  3. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Taman Kehati Lampung
  4. Pengayaan Vegetasi Tanaman

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keanekaragaman hayati dan mendukung program pengurangan emisi karbon melalui peningkatan vegetasi serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan hidup.

Semoga kedepan, program ini dapat memberikan dampak dan manfaat untuk kelestarian alam & kesejahteraan masyarakat.

Sumber: https://dlh.lampungprov.go.id/detail-post/kepala-dinas-lingkungan-hidup-menghadiri-kegiatan-monev-program-rbp-redd-gcf-output-2

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/WTdUgDhao8B3qBK3MDsbAj5DTTpOZIbK7Fiwk3sY.jpg 1080 1080 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-01-15 11:24:152026-09-13 11:24:35Kepala Dinas Lingkungan Hidup menghadiri “Kegiatan Monev Program RBP REDD+ GCF Output 2

Pj. Sekdaprov Fredy Buka Sosialisasi Program Kampung Iklim Guna Mendorong Upaya Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Provinsi Lampung

13 Januari 2025/in Berita Media /by Admin PCC

Pj. Sekdaprov Fredy Buka Sosialisasi Program Kampung Iklim Guna Mendorong Upaya Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Provinsi Lampung

BANDAR LAMPUNG —– Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fredy membuka Sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) guna mendorong upaya aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak (lokal), di Ballroom Hotel Golden Tulip, Rabu (12/2/2025).

Program Komunitas untuk Iklim di Provinsi Lampung ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pelaksanaan Program Pendanaan Result Based Payment (RBP) Reducing Emission from Deforestation dan Forest Degradation (REDD+) GCF Ouput 2 Provinsi Lampung Tahun 2025.

Membacakan sambutan Pj. Gubernur Lampung Samsudin, Fredy mengatakan bahwa sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam rangka pengendalian perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) mendorong upaya aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tingkat tapak.

“Melalui ProKlim diharapkan upaya peningkatan ketahanan terhadap dampak negatif perubahan iklim sekaligus pengurangan emisi gas rumah kaca atau GRK dapat dilakukan mulai dari tingkat tapak,” ujarnya.

Fredy menyampaikan bahwa Program Kampung Iklim mulai dari tahun 2023 bertransformasi menjadi program yang berbasis komunitas.

Ia melanjutkan selama ini masyarakat mengenal Proklim sebagai program yang memberikan pengakuan terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi untuk mendukung target penurunan emisi GRK.

“Serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim tidak hanya berbasis tapak atau administratif tetapi saat ini mencakup berbagai aksi yang dilakukan berbagai komunitas,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan Penuruan Emisi Gas Rumah Kaca sebagai Indikator Kinerja Utama Daerah dalam bidang lingkungan.

Target penurunan Emisi GRK yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Lampung di tahun 2025 adalah (62,79 %) dan sasaran di 2045 adalah (93,17 %).

Fredy menegaskan hal ini menjadi tugas bersama melalui sektor energi, industri, pertanian, kehutanan dan lahan serta sektor limbah-persampahan agar bersama-sama berkomitmen dalam mendukung aksi penurunan emisi Gas Rumah Kaca di Provinsi Lampung.

Di Provinsi Lampung sendiri, saat ini ketercapaian proklim dari target 664 Kampung Iklim di tahun 2024, telah terbentuk 68 Kampung Iklim tahun 2023, dan 332 Kampung Iklim Tahun 2024 dengan total hingga saat ini terbentuk 400 Kampung Iklim Tahun 2025.

Fredy mengatakan bahwa hal ini menandakan upaya bersama untuk mendukung mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama.

Ia mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah daerah, Peraih Proklim Utama, Penggiat Proklim di tingkat tapak, para pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat atas komitmen dan kerja sama yang baik dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan baik,” pungkasnya.(Adpim)

Sumber: https://biroadpim.lampungprov.go.id/detail-post/pj-sekdaprov-fredy-buka-sosialisasi-program-kampung-iklim-guna-mendorong-upaya-aksi-adaptasi-dan-mitigasi-perubahan-iklim-di-provinsi-lampung

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/1lUyo3szf3KmMeXBvmZVIu3HHLThnW9zuFAzLjt2.jpg 1074 1600 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2025-01-13 11:36:072026-09-15 16:22:26Pj. Sekdaprov Fredy Buka Sosialisasi Program Kampung Iklim Guna Mendorong Upaya Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Provinsi Lampung

Pemprov Jambi Berkomitmen Wujudkan Ekonomi Hijau: Mengimplementasikan Konsep REDD+

25 November 2024/in Berita Media /by Admin PCC

oplus_1026

AMPAR.ID, Jambi – Provinsi Jambi memiliki tipe ekosistem yang paling lengkap di pulau sumatera bahkan Indonesia, mulai dari ekosistem pegunungan, hutan dataran rendah hingga ekosistem pesisir dan laut. Ketiga tipe ekosistem tersebut tersebar kedalam empat taman nasional yaitu, Taman Nasional Kerinci Sebelat, Taman Nasional Bukit Dua Belas, Taman Nasional Bukit Tigapuluh dan Taman Nasional Berbak Sembilang.

Selain itu pula, Jambi juga memiliki hutan lindung, Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan Hutan Adat yang tersebar di penjuru wilayah Provinsi Jambi yang memiliki fungsi ekologi yang sangat penting. Aset lingkungan dan kebanggan ini haruslah kita jaga, pelihara dan pertahankan ekosistemnya serta dipulihkan dari kondisi kerusakan.

Guna menjaga ekosistem yang dimiliki serta dalam melaksanakan pembangunan daerah yang berkelanjutan maka Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya dan berkomitmen mengimplementasikan konsep REDD+ di Provinsi Jambi. Hal ini diwujudkan dengan mengintegrasikan road map pertumbuhan ekonomi hijau tahun 2019- 2045 dengan dokumen perencanaan RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2021-2026.

Gubernur Jambi, Al Haris melalui Sekda Provinsi Jambi Sudirman mengatakan, saat Ini Provinsi Jambi sedang menyusun Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jambi tahun 2025-2045 yang tetap konsisten mengintegrasikan isu perubahan iklim kedalam penyusunan dokumen perencanaan tersebut sehingga implementasi REDD+ Provinsi Jambi dapat dijalankan dengan baik.

“Dengan adanya komitmen kami dalam mewujudkan ekonomi hijau Jambi melalui implementasi REDD+ besar harapan akan memberikan kontribusi positif bagi pencapain target pertumbuhan ekonomi hijau, pertumbuhan pembangunan yang inklusif dan merata, terciptanya ekosistem yang sehat sehingga target pengurangan emisi gas rumah kaca dapat tercapai dan mampu mengatasi dampak perubahan iklim,” kata Sudirman saat Kick Off Meeting RBP REDD+Green Climate Fund Output 2 Provinsi Jambi, Senin (25/11/2024).

Adapun sumber pembiayaan Provinsi Jambi dalam mengimplementasikan aksi REDD+ di Provinsi Jambi dijelaskan Sekda, tidak hanya bersumber dari APBD Provinsi Jambi namun bersumber juga dari APBN, Penerusan Hibah Pre-Investment BioCF-ISFL (Metode On Granting), melalui dukungan mitra pembangunan lainnya seperti pihak swasta, NGO dan perguruan tinggi.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Provinsi Jambi oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Kehutanan RI, BPDLH Kemenkeu RI serta dunia internasional sehingga Provinsi Jambi dapat memperoleh sumber pembiaayan lainnnya dalam mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca Provinsi Jambi, salah satunya melalui Program BioCF-ISFL Provinsi Jambi dan Program Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Jambi,” ucapnya.

Kita ketahui bersama melalui Implementasi Program BioCF-ISFL Fase Pre Investment yang dimulai pada tahun 2022 sampai dengan Agustus 2024 total nilai reimbursement yang telah ditransfer oleh DJPK Kemenkeu RI ke RKUD Provinsi Jambi sebesar Rp 52,75 miliar. Diwaktu yang bersaaman pula saat ini sedang dilakukan verifikasi kembali oleh DJPK untuk reimbursement semester II tahun 2024 dengan pengajuan reimbursement sebesar Rp 8,9 miliar sehingga program ini juga merupakan salah satu sumber pendapatan bagi Pemerintah Provinsi Jambi.

“Walaupun diwaktu yang bersamaan kami juga akan mengimplementasikan program GCF Output 2 Provinsi Jambi, guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih lokasi kegiatan dan guna memastikan pemerataan manfaat bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi maka lokasi pelaksanaan program RBP GCF Output 2 Provinsi Jambi dipisahkan dari lokasi pelaksanaan program BioCF-ISFL,” jelasnya.

“Jika Program BioCF-ISFL dilaksanakan di 4 taman nasional dan KPHP Merangin, KPHP Bungo, KPHP Sarolangun Hilir dan KPHP Tanjung Jabung Barat, maka lokasi pelaksanaan Program RBP GCF Output 2 Provinsi Jambi di laksanakan di 8 KPHP yaitu KPHP Kerinci, KPHP Sarolangun Hulu, KPHP Tebo Barat, KPHP Tebo Timur, KPHP Batanghari, KPHP Muaro Jambi dan KPHP Tanjung Jabung Timur serta UPTD Tahura,” tutupnya.

Sekedar informasi kegiatan Kick Off Meeting RBP REDD+Green Climate Fund Output 2 Provinsi Jambi turut dihadiri perwakilan dari Pemprov Kepulauan Riau, Pemprov Sumatera Barat, Pemprov Kalimantan Tengah dan perwakilan seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. (Min)

Sumber: https://ampar.id/pemprov-jambi-berkomitmen-wujudkan-ekonomi-hijau-mengimplementasikan-konsep-redd/

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/IMG20241125101949-1024x768-1.jpg 768 1024 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2024-11-25 11:46:482026-09-13 11:49:15Pemprov Jambi Berkomitmen Wujudkan Ekonomi Hijau: Mengimplementasikan Konsep REDD+

Bappeda Provinsi Jambi Gelar Sosialisasi RBP, Komitmen Implementasi REDD+ Ditegaskan

8 Oktober 2024/in Berita Media /by Admin PCC
Foto bersama saat acara Bappeda Provinsi Jambi menggelar sosialisasi terkait fase Result Based Payment (RBP) Bio Carbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). (Kominfo Jambi/Indonesiadaily.co.id)

Foto bersama saat acara Bappeda Provinsi Jambi menggelar sosialisasi terkait fase Result Based Payment (RBP) Bio Carbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). (Kominfo Jambi/Indonesiadaily.co.id)

KERINCI, INDONESIADAILY.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bappeda Provinsi Jambi menggelar sosialisasi terkait fase Result Based Payment (RBP) Bio Carbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah provinsi dalam implementasi REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) yang bertujuan mengurangi emisi karbon melalui pengelolaan hutan dan lahan secara berkelanjutan. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pemerintah Kabupaten Kerinci ini merupakan bagian dari program sosialisasi yang digelar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Fokus utama sosialisasi adalah pengenalan pola pengukuran emisi, skema pembagian manfaat, serta tata cara penyaluran dana insentif berbasis kinerja yang disebut Result Based Payment (RBP). Kegiatan ini menargetkan penurunan emisi sebesar 10 juta ton CO2e dengan insentif sebesar 70 juta USD.

Provinsi Jambi, yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan hutan dan lahan, berkomitmen untuk mengimplementasikan REDD+ secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bappeda Provinsi Jambi, yang diwakili oleh Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam sekaligus Wakil Ketua SNPMU BioCF, Dr. Ahmad Subhan, S.IP., M.Si., dalam sambutannya pada acara sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Bappeda-Litbang Kabupaten Kerinci pada 7 Oktober 2024. “Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen penuh untuk melaksanakan konsep REDD+, yang meliputi pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, serta peningkatan konservasi dan cadangan karbon hutan,” ungkap Subhan.

Ia juga menambahkan bahwa Provinsi Jambi telah mengintegrasikan Road Map Pertumbuhan Ekonomi Hijau Tahun 2019-2045 ke dalam Dokumen Perencanaan RPJMD Provinsi Jambi, diperkuat dengan Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau. Program BioCF-ISFL merupakan langkah nyata Jambi dalam mencapai target ekonomi hijau dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat desa di sekitar kawasan hutan. Bupati Kerinci yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bapak H. Atmir, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.

“Kami siap bekerja sama dan berharap masyarakat desa di sekitar hutan dapat merasakan manfaat dari program ini,” ujar Atmir.

Sumber: https://www.indonesiadaily.co.id/daerah-update/72013698397/bappeda-provinsi-jambi-gelar-sosialisasi-rbp-komitmen-implementasi-redd-ditegaskan

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2024-10-08-at-160902-2624354391.webp 800 1200 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2024-10-08 11:33:572026-09-13 11:34:20Bappeda Provinsi Jambi Gelar Sosialisasi RBP, Komitmen Implementasi REDD+ Ditegaskan

Gelar Sosialisasi Tahap RBP, Pemprov Jambi Berkomitmen Mengimplementasikan REDD+

8 Oktober 2024/in Berita Media /by Admin PCC

Kota Jambi, Oerban.com – Provinsi Jambi memiliki potensi sangat besar untuk melaksanakan kegiatan penurunan emisi melalui pengelolaan hutan dan lahan. Mengingat Provinsi Jambi memiliki 4 Taman Nasional, serta 29 hutan adat yang merupakan hutan terbanyak di Indonesia ditambah kawasan Perhutanan Sosial yang tersebar di 10 KPH.

Terkait program Bio Carbon Fund, maka Pemerintah Provinsi Jambi melalui Sub Nasional Manajemen Unit (SNPMU) saat ini sedang melaksanakan kegiatan sosialisasi ke-10 kabupaten/kota untuk memberikan gambaran umum tentang pola penetapan dan pengukuran emisi, penetapan dan skema pembagian manfaat dan tata cara penyaluran manfaat serta fungsi safeguard dan standar monev yang akan dilaksanakan dalam pengelolaan dana manfaat nantinya.

Dan pelaksanaan kegiatan lingkup BioCF-ISFL merupakan wujud komitmen Provinsi Jambi dalam ikut berperan aktif melaksanakan penurunan emisi.

“Pemerintah Provinsi Jambi telah berkomitmen dan akan terus mengimplementasikan konsep REDD+ di Provinsi Jambi yaitu pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan serta peningkatan konservasi serta cadangan karbon hutan,” tegas Kepala Bappeda Provinsi Jambi yang diwakili oleh Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam yang juga merupakan wakil ketua SNPMU BioCF Dr.Ahmad Subhan. S.IP. M.Si hari ini (7/10/2024) dalam acara pembukaan sosialisasi BioCF-ISFL yang diikuti oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Gelar Sosialisasi Tahap RBP, Pemprov Jambi Berkomitmen Mengimplementasikan REDD+

Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi tahap RBP Provinsi Jambi. (Foto: ist)

Lebih jauh Subhan menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah mengintegrasikan Road Map Pertumbuhan Ekonomi Hijau Tahun 2019- 2045 dengan Dokumen Perencanaan RPJMD Provinsi Jambi. Selain itu juga diperkuat dengan adanya regulasi Provinsi Jambi melalui Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau yang menunjukkan komitmen kuat Gubernur Jambi dan DPRD Provinsi Jambi.

Agar implementasi REDD+ dalam kerangka Ekonomi Hijau tersebut dirasakannya manfaatnya oleh seluruh masyarakat, maka Provinsi Jambi saat ini sedang melaksanakan program BioCF-ISFL, di mana melalui program ini ditargetkan penurunan emisi sebesar 10 juta ton CO2 equivalen dengan disertai Result Based Payment (RBP) atau insentif berbasis kinerja mencapai 70 juta USD.

Ketua bidang monev SNPMU Dharmawansyah SP. MM turut mengimbau semua pihak mendukung pelaksanaan kegiatan lingkup BioCF-ISFL.

“Saya berharap kerja sama dan dukungan semua pihak,” tegas Wawan saat menyampaikan materi sosialisasi tentang monev.

Bupati Kerinci yang diwakilkan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan bapak H. Atmir, S.E, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pihak Kabupaten Kerinci sangat mendukung kegiatan Bio Carbon Fund dan siap bekerja sama untuk menurunkan emisi dengan memanfaatkan potensi hutan yang ada di wilayah Kabupaten Kerinci.

“Saya berharap melalui program ini masyarakat desa yang ada di sekitar hutan dapat meningkatkan kesejahteraannya,” papar Atmir seusai membuka acara Sosialisasi Fase RBP BioCF yang dilaksanakan di aula kantor BAPPEDA-Litbang Kabupaten Kerinci.(*)

Sumber: https://oerban.com/gelar-sosialisasi-tahap-rbp-pemprov-jambi-berkomitmen-mengimplementasikan-redd/

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20241008_215124.jpg 900 1200 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2024-10-08 11:19:222026-09-13 11:20:26Gelar Sosialisasi Tahap RBP, Pemprov Jambi Berkomitmen Mengimplementasikan REDD+

Mewakili Plt Sekda Prov. Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Buka Workshop Persiapan Implementasi Program RBP GCF Output II Prov. Kalteng

3 Oktober 2024/in Berita Media /by Admin PCC
Mewakili Plt Sekda Prov. Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Buka Workshop Persiapan Implementasi Program RBP GCF Output II Prov. Kalteng

Kadis Lingkungan Hidup saat membuka Workshop Persiapan Implementasi RBP GCF Output II Prov. Kalteng

MMCKalteng – Palangka Raya – Mewakili Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Joni Harta membuka Workshop Persiapan Implementasi RBP GCF Output II Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di M. Bahalap Hotel Palangka Raya, Kamis (3/10/2024).

Plt. Sekda Prov. Kalteng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kadis Lingkungan Hidup Prov. Kalteng Joni Harta menyampaikan, bahwa saat ini dunia tengah menghadapi krisis lingkungan hidup global yang dikenal sebagai Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati.

(Baca Juga : Wujudkan Ketahanan Keluarga, Pemprov. Kalteng Melalui DP3APPKB Gelar FGD Pemberdayaan Kewirausahaan Perempuan)

Dikatakannya, terkait dengan perubahan iklim, telah dilakukan beberapa upaya yang bertujuan untuk mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), diantaranya melalui skema Reducing Emissions From Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) yang memberikan insentif bagi negara yang mampu menurunkan GRK yang berasal dari deforestasi dan degradasi hutan.

Pada tahun 2023 Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asian-Pasifik yang memperoleh pendanaan dari Green Climate Fund (GCF) pada program Results-Based Payments (RBP) REDD+ untuk periode 2014-2016.

Menurutnya, sebesar USD 93,4 Juta dari dana RBP tersebut dialokasikan kepada 34 provinsi di Indonesia sebagai penerima manfaat sub nasional, “dimana Kalimantan Tengah memperoleh alokasi dana karbon yang terbesar dengan nilai USD 5,1 Juta”, ucap Kadis LH.

“Dana RBP REDD+ dari GCF untuk Prov. Kalteng ini akan disalurkan oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Yayasan Penabulu, sebagai Lembaga Perantara (Lemtara) yang melakukan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemprov. Kalteng”, imbuhnya.

Selanjutnya ia juga menyebutkan, setelah melalui proses sejak bulan Maret 2024 mulai penyusunan Concept Note dan pengajuan Funding Proposal, akhirnya pada tanggal 23 September 2024 mendapatkan persetujuan dari BPDLH, mengenai penyaluran dana RBP REDD+ GCF Output II, melalui Lemtara untuk Prov. Kalteng sebesar Rp. 80,2 Miliar.

“Dengan demikian saat ini kita dapat segera memasuki tahapan implementasi di lapangan”, sebutnya.

Mewakili Plt Sekda Prov. Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Buka Workshop Persiapan Implementasi Program RBP GCF Output II Prov. Kalteng

Foto bersama Peserta Workshop Persiapan Implementasi RBP GCF Output II Prov. Kalteng

Sementara, Kadis Kehutanan Agustan Saining dalam wawancarannya mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari FGD untuk mencari dan mengumpulkan informasi-infomasi update, dan sharing dengan peserta yang hadir dari berbagai institusi dan lembaga yang tentunya sudah melaksanakan program ini secara kelembagaan.

“Mulai tahun 2023 yang lalu pemerintah pusat menyalurkan dana ini untuk Kalimantan Tengah, agar bisa dilaksanakan sampai pada tingkat masyarakat”, ungkapnya.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Kepala UPT KLHK atau yang mewakili, Kepala OPD lingkup Pemprov. Kalteng terkait, mewakili instansi vertikal, Pokja Pengurangan Emisi GRK dari Deforestasi dan Degradasi Hutan dan Lahan (REDD+), serta pimpinan dan jajaran Yayasan Penabulu. (levri/Foto:Agung&Arif)

Sumber: https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/45019/mewakili-plt-sekda-prov-kalteng-kadis-lingkungan-hidup-buka-workshop-persiapan-implementasi-program-rbp-gcf-output-ii-prov-kalteng

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/03102024073320_0.jpg 525 700 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2024-10-03 11:07:192026-09-13 11:14:37Mewakili Plt Sekda Prov. Kalteng, Kadis Lingkungan Hidup Buka Workshop Persiapan Implementasi Program RBP GCF Output II Prov. Kalteng
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK

Berita Media

  • Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Tangguh Iklim
  • Pemprov PBD terapkan skema jual beli karbon optimalkan potensi hutan
  • Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD+ sebagai Skema Pendanaan Lingkungan
Berita selengkapnya

VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=jscKBSRaCO8&t

HUBUNGI KAMI

Jl. Dukuh Patra II No.76, RT.1/RW.13, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

t: (021) 38825484
e: info@penabulu.id

© 2026 Penabulu Carbon Connect
  • Bagian dari Penabulu Foundation
Scroll to top Scroll to top Scroll to top