Sosialisasi ProKlim Dorong Warga Pasirwangi Perkuat Aksi Iklim Berbasis Komunitas
Garut, 12 November 2025 — Upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim perlu dimulai dari tingkat komunitas. Hal inilah yang didorong melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama Lemtara Yayasan Penabulu melalui Program RBP REDD+ GCF Output 2 di Aula Kantor Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memahami lebih jauh ProKlim, sekaligus mengidentifikasi berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sebenarnya telah dilakukan masyarakat di tingkat lokal.
Melalui sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan, mekanisme, serta praktik pelaksanaan ProKlim di Jawa Barat. Materi disampaikan oleh tiga narasumber yang membahas pengenalan ProKlim, penguatan kelompok dan pengalaman keberhasilan pelaksanaan ProKlim, serta penjelasan mengenai formulir isian dan Sistem Registri Nasional (SRN) ProKlim.
Diskusi kemudian berkembang pada kondisi di Kecamatan Pasirwangi. Hingga kegiatan berlangsung, belum terdapat RW di wilayah tersebut yang mengajukan diri sebagai lokasi ProKlim. Namun, sejumlah kegiatan yang mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebenarnya telah dilakukan masyarakat, antara lain perlindungan mata air, penerapan pola tanam dan sistem irigasi, budidaya tanaman pangan, kegiatan posyandu, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penghentian praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan semata-mata ketiadaan aksi masyarakat, tetapi juga bagaimana berbagai praktik tersebut dapat diperkuat, didokumentasikan, dan dikembangkan menjadi bagian dari pelaksanaan ProKlim.
Dalam sesi tanya jawab, peserta juga menyampaikan kendala dalam menggunakan laman/aplikasi ProKlim KLH. Karena itu, masyarakat didorong untuk melakukan koordinasi secara aktif dengan DLH Kabupaten Garut guna mendapatkan pendampingan terkait proses pendaftaran maupun hal-hal teknis yang masih belum dipahami.
Langkah Lanjutan
Sebagai tindak lanjut, koordinasi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, dan DLH Kabupaten Garut perlu diperkuat untuk mengidentifikasi RW yang memiliki potensi menjadi lokasi ProKlim. Berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi yang telah berjalan dapat menjadi modal awal untuk memenuhi kebutuhan data dan dokumentasi ProKlim.
Pendampingan teknis juga diperlukan, khususnya dalam memahami formulir, proses pendaftaran, serta penggunaan sistem registrasi ProKlim. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memahami konsep ProKlim, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengembangkan dan mendaftarkan aksi lingkungan yang telah dilakukan di wilayahnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong terbentuknya lokasi ProKlim di Kecamatan Pasirwangi sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.
Pada akhirnya, ProKlim bukan hanya mengenai pendaftaran sebuah lokasi, tetapi tentang bagaimana inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat terus diperkuat, dicatat, dan dikembangkan menjadi gerakan bersama untuk menghadapi perubahan iklim.



