Rapatkan Barisan di Tingkat Tapak: Polhut Riau dan KPH Rokan Gandeng Masyarakat Amankan Hutan Menaming
ROKAN HULU, 9 Juni 2026 — Menjaga tegakan hijau di bumi Lancang Kuning membutuhkan komitmen nyata yang berakar kuat di tingkat tapak. Pada Selasa, 9 Juni 2026, melalui dukungan Program RBP REDD+ GCF Output 2 Provinsi Riau, benteng perlindungan hutan kembali diperkokoh lewat aksi kolaboratif di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Kawasan yang berbatasan langsung dengan hamparan perbukitan dan memiliki peran hidrologis krusial ini menjadi saksi ketangguhan sinergi antara Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rokan, Polisi Kehutanan (Polhut) Provinsi Riau, serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dalam memastikan kelestarian alam tetap terjaga dari ancaman degradasi.
Langkah pengamanan intensif ini diwujudkan melalui patroli bersama menyusuri jalur-jalur rawan perambahan liar serta pemasangan plang larangan dan imbauan hukum di titik-titik batas strategis kawasan hutan. Pemasangan plang tersebut menjadi penegasan batas ruang kelola yang jelas sekaligus instrumen edukasi publik agar tidak ada lagi aktivitas pembukaan lahan tanpa izin. Kehadiran plang informasi ini juga memberikan kepastian hukum yang kokoh bagi petugas dan masyarakat setempat dalam mengawal batas hijau desa mereka dari okupasi ilegal.
Tidak hanya mengantisipasi aktivitas pembalakan liar, patroli terpadu ini menempatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas mitigasi lingkungan. Mengingat kerentanan cuaca dan kondisi serasah di musim kemarau, tim gabungan secara aktif memantau titik-titik rawan api, mengecek ketersediaan sumber air alami, serta memberikan sosialisasi persuasif door-to-door kepada warga peladang agar mutlak meninggalkan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Pendekatan pencegahan dini ini menjadi kunci utama dalam mempertahankan cadangan karbon hutan sesuai mandat kerangka kerja REDD+.
Semangat dedikasi tinggi terpancar jelas dari para personel Polhut Provinsi Riau dan jajaran UPT KPH Rokan yang bahu-membahu melintasi medan bergelombang bersama anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Keterlibatan aktif MMP membuktikan bahwa pengamanan hutan tidak lagi dipandang sebagai tugas aparat semata, melainkan kerja bersama masyarakat yang memiliki rasa kepemilikan mendalam terhadap hutannya. Kolaborasi harmonis di Desa Menaming ini menjadi potret konkret bagaimana perlindungan bentang alam di Riau dijalankan secara terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan.



