Perkuat Peran Masyarakat Cegah Karhutla, MPA Desa Garung Resmi Dibentuk dan Diperkuat
Pulang Pisau, Juni 2026 — Upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat tapak. Salah satunya dilakukan melalui Kegiatan Fasilitasi Pembentukan dan Penguatan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang dilaksanakan pada 2–4 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ini bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus membentuk kelembagaan masyarakat yang dapat berperan aktif dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayahnya.
Membangun Kesiapsiagaan dari Tingkat Desa
Desa Garung merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar kawasan TAHURA Isen Mulang Sebangau Berkah. Kondisi tersebut menjadikan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan hutan dan pencegahan karhutla.
Selama tiga hari kegiatan, sebanyak 17 peserta mengikuti rangkaian pembentukan dan penguatan MPA yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Garung. Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, antara lain Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, TAHURA Isen Mulang Sebangau Berkah, KPH Kahayan Hilir, serta praktisi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada keterampilan praktis yang dibutuhkan masyarakat ketika menghadapi potensi kebakaran. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai profil TAHURA Isen Mulang Sebangau Berkah, pembentukan MPA, teknik dasar pengendalian kebakaran hutan dan lahan, teknik pencegahan dan penanggulangan karhutla, metode pemadaman dan pengenalan peralatan karhutla, simulasi deteksi dini, pemadaman awal, serta keselamatan kerja di lapangan.
Tidak Hanya Teori, Peserta Ikuti Praktik Lapangan
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah praktik langsung. Peserta diperkenalkan dengan peralatan pemadaman dan mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik dasar pemadaman.
Praktik meliputi penggunaan peralatan pemadaman, simulasi deteksi dini, hingga praktik pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Dokumentasi kegiatan juga menunjukkan peserta melakukan praktik penggunaan peralatan pemadaman serta praktik pemadaman dengan melibatkan praktisi dari KPH Kahayan Hilir dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah.
Pendekatan praktik ini diharapkan membuat masyarakat tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga memiliki kesiapan ketika harus melakukan tindakan awal di lapangan.
MPA Desa Garung Resmi Dibentuk
Hasil penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Garung. Pembentukan kelompok dilakukan melalui musyawarah masyarakat dan kemudian diperkuat melalui keputusan Kepala Desa.
Struktur organisasi MPA juga telah ditetapkan, dengan melibatkan unsur masyarakat Desa Garung sebagai bagian dari kelompok yang akan menjalankan fungsi pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tingkat desa.
Pembentukan MPA ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sistem kesiapsiagaan masyarakat yang lebih terorganisasi. MPA tidak hanya diharapkan bergerak ketika kebakaran telah terjadi, tetapi juga berperan dalam pencegahan, deteksi dini, penyampaian informasi, pemadaman awal, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla.
Penguatan Kapasitas dan Sarana Pendukung
Selain pembentukan kelembagaan, kegiatan juga menghasilkan peningkatan kapasitas anggota MPA melalui pembekalan teknis. Peserta diharapkan mampu melakukan pemadaman secara mandiri apabila menemukan sumber api serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah Desa Garung.
Dalam kegiatan tersebut, MPA juga memperoleh dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan tugas, di antaranya satu unit pompa air portable dan lima paket perlengkapan personel. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan kelompok ketika melakukan kegiatan pencegahan maupun penanganan awal karhutla.
Mendorong Masyarakat Menjadi Garda Terdepan
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal dan kawasan hutan. Masyarakat yang berada dekat kawasan TAHURA diharapkan memiliki kepedulian dan kewaspadaan lebih tinggi terhadap potensi terjadinya kebakaran.
Ke depan, MPA Desa Garung diharapkan dapat melakukan pertemuan rutin, meningkatkan koordinasi dengan para pihak, melakukan pemantauan wilayah, serta terlibat dalam kegiatan patroli terutama pada musim kemarau/rawan kebakaran. Pembinaan dan penguatan kapasitas MPA juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kelompok dapat menjalankan tugas secara optimal.
Dengan terbentuknya MPA Desa Garung, upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat terkait, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat di tingkat desa.
Dari Desa Garung, kesiapsiagaan terhadap karhutla dibangun dari tingkat tapak—dengan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan, lahan, dan lingkungan sekitarnya.



