Perkuat Kapasitas Penghitungan Emisi GRK, Kalimantan Tengah Gelar Workshop Seri 2
Palangka Raya, 6 Maret 2026 — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Yayasan PENABULU kembali memperkuat kapasitas teknis daerah dalam penghitungan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui Workshop Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Kalimantan Tengah Seri 2. Kegiatan yang berlangsung pada 5–6 Maret 2026 di Palangka Raya ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program RBP Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Kalimantan Tengah, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan nasional.
Workshop ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dan institusi teknis dalam menghitung emisi dari deforestasi, degradasi hutan, dekomposisi gambut, dan kebakaran gambut, sekaligus mengenalkan Uncertainty Analysis sebagai bagian penting dalam penyusunan Forest Reference Level (FRL). Peserta berasal dari Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, 18 Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Bappeda/Bapperida kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta mitra pembangunan.
Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan paparan metodologi, tetapi juga melakukan praktik pengolahan dan analisis data spasial menggunakan GIS, JERP Toolbox, dan Microsoft Excel. Materi mencakup analisis perubahan tutupan lahan, penghitungan emisi deforestasi dan degradasi, emisi dari gambut dan kebakaran, hingga penerapan Monte Carlo Simulation untuk mengukur ketidakpastian hasil perhitungan.
Salah satu hasil praktik menunjukkan estimasi awal emisi dari perubahan tutupan lahan periode 2011–2020 sekitar 1,9 juta ton CO₂, sebelum memasukkan faktor ketidakpastian. Analisis perubahan tutupan lahan juga menghasilkan sejumlah data penting, antara lain deforestasi sekitar 915 ribu hektare dan degradasi hutan sekitar 132 ribu hektare. Data tersebut menjadi bahan penting untuk memperkuat inventarisasi emisi dan penyusunan baseline emisi daerah.
Workshop juga menekankan pentingnya penggunaan data resmi dan sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) agar hasil penghitungan emisi dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, kegiatan akan ditindaklanjuti melalui peningkatan kapasitas SDM kabupaten/kota dan pelatihan teknis tambahan, khususnya terkait penerapan Monte Carlo Simulation.
Melalui kegiatan ini, Kalimantan Tengah diharapkan semakin memiliki kapasitas dan data yang kuat untuk mendukung pengendalian emisi GRK, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta perencanaan pembangunan rendah emisi berbasis data.



