Penabulu Carbon-Connect
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Pengurangan Degradasi – Deforestasi Hutan serta Peningkatan Stok Karbon di Provinsi Lampung, melalui Penguatan Kelembagaan KPH dan Masyarakat di Sekitar Hutan, Rehabilitasi Hutan dan Lahan, serta Insentif Ekonomi untuk Penghidupan Lestari

Pendukung Program

Badan Pengelola Dana Lingkunngan Hidup (BPDLH)

Dokumen

005/BPDLH/GCFO2/X/2024

Anggaran

IDR 3.208.489.632,-

Periode

Periode program: 15 Oktober 2024 – 15 Oktober 2025

Uraian

Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang memperoleh pendanaan dari Green Climate Fund (GCF) melalui program ‘Pilot’ REDD+ Results-Based Payments (RBP). Indonesia berhak menerima pembayaran sebesar USD 103,8 juta untuk hasil kinerja penurunan emisi (ER) sebesar 20,25 juta ton CO2 ekuivalen selama periode 2014-2016, ditambah 2,5% sebagai pembayaran untuk manfaat non-karbon.

Proyek ini bertujuan untuk mengelola hutan secara berkelanjutan, merehabilitasi hutan yang rusak, serta memberdayakan masyarakat guna mengurangi kemiskinan. Selain itu, proyek ini juga berfokus pada peningkatan tata kelola hutan untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Dana disalurkan secara tidak langsung melalui Lembaga Perantara (Lemtara) kepada penerima manfaat, yang mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Untuk Provinsi Lampung, Penabulu bertindak sebagai Lemtara, mengelola dana dari RBP REDD+ GCF Output 2.

Pemerintah Provinsi Lampung, sebagai penerima manfaat dana RBP REDD+, memanfaatkan alokasi dana ini untuk mengembangkan berbagai program yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program-program ini meliputi penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Kelompok Tani Hutan, serta inisiatif Perhutanan Sosial dan Program Kampung Iklim (Proklim) guna mendukung pengurangan emisi dan peningkatan ekonomi masyarakat. Selain itu, upaya rehabilitasi hutan, pengelolaan kebakaran hutan, serta pemberian insentif ekonomi diharapkan dapat mengurangi degradasi hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pendukung Program

Program ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Lingkunngan Hidup (BPDLH), periode program 15 Oktober 2024 – 15 Oktober 2025 dengan total dukungan dana sebesar IDR 3.208.489.632,-.

  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK

Berita Media

  • Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Tangguh Iklim
  • Pemprov PBD terapkan skema jual beli karbon optimalkan potensi hutan
  • Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD+ sebagai Skema Pendanaan Lingkungan
Berita selengkapnya

VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=jscKBSRaCO8&t

HUBUNGI KAMI

Jl. Dukuh Patra II No.76, RT.1/RW.13, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

t: (021) 38825484
e: info@penabulu.id

© 2026 Penabulu Carbon Connect
  • Bagian dari Penabulu Foundation
Scroll to top Scroll to top Scroll to top