Penabulu Carbon-Connect
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
Blog - Latest News

Patroli Karhutla di Garut Temukan Titik Rawan dan Titik Api, Mitigasi Diperkuat di Lapangan

7 Agustus 2026/in Liputan /by Admin PCC

Garut, Jawa Barat, 7 Agustus 2026 — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selama 5–7 Agustus 2026, tim patroli menyusuri empat desa untuk mengidentifikasi titik rawan kebakaran, mengecek ketersediaan sumber air, serta melakukan penanganan langsung terhadap sejumlah titik api dan bekas kebakaran.

Patroli dilaksanakan oleh Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur TNI. Kegiatan berlangsung di Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan; Desa Cipareun, Kecamatan Cibiuk; Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora; serta Desa Karanganyar, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Patroli dilakukan dengan membawa berbagai peralatan pendukung, mulai dari garu, golok, parang, gepyok, jet shooter, pompa air hingga perangkat GPS dan alat dokumentasi. Tim kemudian melakukan pengecekan kondisi lapangan, mengidentifikasi sumber air, memetakan lokasi yang berpotensi terbakar, serta menemukan sejumlah aktivitas pembakaran atau bekas kebakaran di lahan pertanian dan perkebunan.

Di Desa Karamatwangi, tim menemukan tiga titik sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat. Namun, patroli juga menemukan sejumlah lokasi rawan akibat pembakaran ladang atau kebun. Di beberapa titik lainnya ditemukan bekas kebakaran dengan luasan sekitar 3 hektare. Tim kemudian melakukan pendekatan kepada pemilik lahan dan penggarap melalui penyuluhan, arahan, dan imbauan agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Sementara itu, di Desa Cipareun, tim menemukan sejumlah area dengan rumput kering yang berpotensi “menjadi bahan bakar ” kebakaran. Salah satu sumber air yang ditemukan memiliki debit kecil sehingga belum dapat dijadikan cadangan untuk pemadaman. Di sejumlah lokasi, tim melakukan upaya mitigasi melalui pembuatan sekat bakar, sementara terhadap lahan yang ditemukan memiliki bekas kebakaran dilakukan penyuluhan dan peringatan.

Kondisi serupa ditemukan di Desa Karanganyar. Beberapa titik rawan berada di kawasan hutan bambu dengan serasah yang sangat kering. Kondisi tersebut meningkatkan potensi penyebaran api sehingga anggota MPA melakukan pembuatan sekat bakar sebagai langkah pencegahan. Tim juga menemukan bahwa sumber air di wilayah tersebut memiliki debit kecil dan tidak dapat diandalkan untuk pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Di Desa Harumansari, patroli menemukan sumber air Mata Air Cinari dengan debit yang dinilai mencukupi untuk dimanfaatkan saat terjadi kebakaran. Namun, tim juga menemukan sejumlah bekas pembakaran lahan serta titik api. Penanganan dilakukan melalui sosialisasi dan imbauan kepada pemilik lahan, disertai pemadaman api. Salah satu pemadaman dilakukan pada area sekitar 0,2 hektare. Warga yang ditemui juga menyampaikan kesanggupan untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

Hasil patroli menunjukkan bahwa tantangan pencegahan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kondisi alam, tetapi juga praktik pengelolaan lahan oleh masyarakat. Laporan mencatat masih adanya masyarakat yang belum memahami dampak ekonomi dan ekologis kebakaran hutan dan lahan, sementara sebagian masih menggunakan pembakaran sebagai bagian dari pengolahan lahan pertanian. Di sisi lain, kondisi semak belukar, hutan bambu, cuaca panas, serta bahan bakar yang kering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Karena itu, pendekatan yang dilakukan selama patroli tidak hanya berupa penindakan, tetapi juga sosialisasi, penyuluhan, imbauan, pembuatan sekat bakar, dan pemadaman ketika ditemukan api. Pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan kebakaran dapat dilakukan sejak dari tingkat lahan.

Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan tim melakukan patroli langsung di area dengan vegetasi kering dan kawasan bambu, serta melakukan pemadaman di lokasi yang ditemukan masih terdapat api. Di beberapa lokasi, anggota MPA bersama unsur terkait tampak melakukan pengecekan kondisi lahan dan sumber air secara langsung.

Ke depan, penguatan kesiapsiagaan masih diperlukan, termasuk dukungan sarana seperti senter dan alat komunikasi handy talky (HT) untuk memudahkan koordinasi ketika terjadi kebakaran, terutama dalam penanganan pada malam hari. Patroli ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan di tingkat tapak sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan sejak dini.

 

https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-21-at-15.27.18.jpeg 480 640 Admin PCC https://carbonconnect.penabulufoundation.org/wp-content/uploads/2026/09/logo-carbon-connect-1.png Admin PCC2026-08-07 20:20:212026-09-22 20:21:39Patroli Karhutla di Garut Temukan Titik Rawan dan Titik Api, Mitigasi Diperkuat di Lapangan
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Penabulu
    • Latar
    • Sistem
  • PROGRAM
    • Program Berjalan
    • Program Lalu
  • DOKUMENTASI
    • Kajian dan Laporan
    • Liputan Kegiatan
    • Panduan dan Modul
    • Berita Media
  • KONTAK

Berita Media

  • Memperkuat Pengelolaan Sampah Organik Menuju Desa Tangguh Iklim
  • Pemprov PBD terapkan skema jual beli karbon optimalkan potensi hutan
  • Temui Menteri LHK, Gubernur Riau Bahas RPB REDD+ sebagai Skema Pendanaan Lingkungan
Berita selengkapnya

VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=jscKBSRaCO8&t

HUBUNGI KAMI

Jl. Dukuh Patra II No.76, RT.1/RW.13, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870

t: (021) 38825484
e: info@penabulu.id

© 2026 Penabulu Carbon Connect
  • Bagian dari Penabulu Foundation
Scroll to top Scroll to top Scroll to top