Menjaga Hutan dari Titik Rawan: Patroli KPHP Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Perkuat Perlindungan Kawasan
Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, 14 Oktober 2025 — Menjaga hutan tidak cukup hanya dengan bertindak ketika kebakaran atau kerusakan terjadi. Pemantauan secara langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mengenali potensi ancaman sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui Patroli Perlindungan dan Pengamanan Hutan di wilayah KPHP Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 10–14 Oktober 2025.
Patroli dilaksanakan oleh tim Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bersama UPT KPHP Kotawaringin Barat dengan menyasar sejumlah lokasi yang berdasarkan informasi awal memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperoleh gambaran kondisi kawasan secara langsung, termasuk berbagai aktivitas yang berpotensi memengaruhi keamanan hutan.
Sebelum melakukan penelusuran, tim terlebih dahulu menentukan titik patroli, mengumpulkan informasi pendukung, serta berkoordinasi dengan pengelola kawasan. Peralatan seperti GPS, kamera, perangkat komunikasi, dan drone digunakan untuk mendukung pemantauan serta mendokumentasikan kondisi lokasi yang dijumpai selama perjalanan.
Di sejumlah titik, tim menemukan kondisi lahan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap kebakaran, antara lain keberadaan vegetasi kering, semak belukar, ilalang, serta area yang sebelumnya telah mengalami kebakaran. Temuan tersebut menjadi bagian dari catatan lapangan yang digunakan untuk melihat kondisi ekologis dan menentukan lokasi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Pengamatan juga dilakukan terhadap perubahan dan pemanfaatan lahan di sekitar kawasan. Melalui pemantauan dari darat dan udara, tim mendokumentasikan sejumlah area yang memperlihatkan aktivitas perkebunan maupun pembukaan lahan. Dokumentasi menggunakan drone memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi bentang kawasan dan membantu memperjelas lokasi-lokasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan patroli.
Selain observasi, informasi dari masyarakat turut menjadi bagian penting dalam proses pemantauan. Tim berinteraksi dengan warga serta berkoordinasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kejadian yang pernah berlangsung di sekitar wilayah patroli. Pendekatan ini membantu memperkaya informasi lapangan sekaligus memperkuat komunikasi antara pengelola kawasan dan masyarakat.
Rangkaian patroli tersebut menghasilkan sejumlah catatan mengenai kondisi kawasan dan titik-titik yang perlu mendapatkan pengawasan secara berkelanjutan. Laporan merekomendasikan agar patroli perlindungan dan pengamanan dilakukan secara rutin, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Peningkatan pemahaman masyarakat, pemasangan papan larangan, pengawasan, serta penegakan hukum terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu kawasan juga menjadi bagian dari langkah tindak lanjut yang disarankan.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi dengan masyarakat sekitar dinilai penting karena keberadaan mereka di sekitar kawasan memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih dekat dan berkelanjutan. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai kondisi lingkungan maupun potensi gangguan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.
Kegiatan patroli ini merupakan bagian dari Program RBP REDD+ GCF Output 2 yang mendapatkan dukungan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Lemtara Yayasan Penabulu. Dukungan tersebut turut memperkuat pelaksanaan kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan di tingkat tapak, khususnya melalui pemantauan kondisi kawasan dan pengumpulan informasi sebagai dasar pengelolaan selanjutnya.
Bagi kawasan hutan Kotawaringin Barat, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi kawasan secara konsisten. Ketika kondisi lapangan dipantau, informasi dikumpulkan, dan masyarakat dilibatkan, potensi gangguan dapat dikenali lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.



