Bappeda Provinsi Jambi Gelar Sosialisasi RBP, Komitmen Implementasi REDD+ Ditegaskan

Foto bersama saat acara Bappeda Provinsi Jambi menggelar sosialisasi terkait fase Result Based Payment (RBP) Bio Carbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). (Kominfo Jambi/Indonesiadaily.co.id)
KERINCI, INDONESIADAILY.CO.ID – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Bappeda Provinsi Jambi menggelar sosialisasi terkait fase Result Based Payment (RBP) Bio Carbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL). Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah provinsi dalam implementasi REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) yang bertujuan mengurangi emisi karbon melalui pengelolaan hutan dan lahan secara berkelanjutan. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pemerintah Kabupaten Kerinci ini merupakan bagian dari program sosialisasi yang digelar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Fokus utama sosialisasi adalah pengenalan pola pengukuran emisi, skema pembagian manfaat, serta tata cara penyaluran dana insentif berbasis kinerja yang disebut Result Based Payment (RBP). Kegiatan ini menargetkan penurunan emisi sebesar 10 juta ton CO2e dengan insentif sebesar 70 juta USD.
Provinsi Jambi, yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan hutan dan lahan, berkomitmen untuk mengimplementasikan REDD+ secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bappeda Provinsi Jambi, yang diwakili oleh Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam sekaligus Wakil Ketua SNPMU BioCF, Dr. Ahmad Subhan, S.IP., M.Si., dalam sambutannya pada acara sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Bappeda-Litbang Kabupaten Kerinci pada 7 Oktober 2024. “Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen penuh untuk melaksanakan konsep REDD+, yang meliputi pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, serta peningkatan konservasi dan cadangan karbon hutan,” ungkap Subhan.
Ia juga menambahkan bahwa Provinsi Jambi telah mengintegrasikan Road Map Pertumbuhan Ekonomi Hijau Tahun 2019-2045 ke dalam Dokumen Perencanaan RPJMD Provinsi Jambi, diperkuat dengan Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau. Program BioCF-ISFL merupakan langkah nyata Jambi dalam mencapai target ekonomi hijau dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat desa di sekitar kawasan hutan. Bupati Kerinci yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bapak H. Atmir, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Kami siap bekerja sama dan berharap masyarakat desa di sekitar hutan dapat merasakan manfaat dari program ini,” ujar Atmir.









